surat ke-2

(makassar, januari 2014)

pagi ini di depan jendela kamar, aku berdiri menatap lurus di kejauhan. di luar sana awan hitam menggantung di langit senada dengan perasaanku. sama seperti sebulan yang lalu, ini adalah yang ketiga kalinya kau pergi begitu saja. barangkali ini hukuman karena aku tak setia. maksudku, aku berani mencintaimu di saat ada lelaki lain dalam hidupku sebelumnya. seorang teman sudah memberiku nasehat tetapi kuabaikan. salah satu pertanyaanku selama ini adalah apa yang telah kaulaukan sehingga aku begitu menyayangimu? dan aku akhirnya menyadari bahwa kau tak pernah merasakan hal yang sama.

dudul.